Ya Allah, usirkanlah perhimpunan mereka, hancurkanlah integriti mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, dan tanamkanlah ketakutan ke dalam hati mereka, Ya Allah, nasib kami ditangan-Mu, dan urusan kami akan dikembalikan kepada-Mu, dan keadaan kami tidak terlindung dari pengetahuan- Mu, Kepada-Mu serahkan kesengsaraan kami, Dan jiwa kami, dan kepada-Mu kami mengadu, Kepada-Mu dan hanya kepada-Mu sahajalah kami mengadu tentang kekejaman mereka yang menindas, Dan kekejaman "Faajirin", Dan kemarahan mereka yang dikhianati oleh penjenayah. Hanya kepada-Mu, Ya Allah, kami mengadu tentang kekejaman dendam Kristian, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (dan lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan.Dendam golongan atheis telah berterusan jauh. Dan ... Pemimpin penjenayah Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Kirimkan kepada mereka tangan-tangan kebenaran ... Untuk mengangkat dengannya penghinaan kami, Dan untuk mengembalikan kepada kamu penghormatan kami, Dan untuk memusnahkan musuh kami dengannya, Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, (lagi) Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, Ya Allah, Kirimkan Kekuasaan-Mu menentang Amerika, Pusat kekufuran dan fasaad (lagi) Kirimkan kekuasaan-Mu menentang Amerika, (lagi) Pusat kekufuran dan fasaad, Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Mereka menyebarkan fasaad di bumi-Mu.Dan mereka membunuh hamba-Mu, Dan mereka menghina agama-Mu (lagi) Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Dan di atas mereka segala kekuatan, Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka, (lagi) Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka. Ya Allah, hantarkan kepada mereka ribut kaum Aad, dan tangisan kaum Thamud, Dan taufan kaum Nuh, Ya Allah, Hantarkan kepada mereka sesuatu yang diturunkan dari langit, Dan dari apa yang keluar dari bumi, Ya Allah, Engkau pecah-belahkan negara mereka, Ya Allah, Jadikanlah negara mereka berpecahbelah dan pisahkanlah mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup dan Maha Berkuasa, Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, (lagi) Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan. (Lagi) Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan.(berhenti 30 saat) Ya Allah, bebaskanlah saudara-saudara kami yang ditawan, Ya Allah, bebaskanlah mereka, Ya Allah, berilah kekuatan kepada mereka, Ya Allah, Teguhkanlah keimanan mereka, Ya Allah, jadikanlah segala kemungkinan untuk mereka, Ya Allah, urusilah orang-orang yang menyiksa mereka. (Lagi) Ya Allah uruskanlah orang-orang yang menyiksa mereka, Ya Allah hapuskanlah mereka dengan kuasa-Mu dan Kekuasaan-Mu,Ya Allah, jadikanlah perancangan mereka menentang kami sebagai sebab kepada kehancuran mereka, Dan kelicikan mereka, sebagai kelicikan terhadap mereka, Ya Allah, Tuhan sekalian alam, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Besar dan Yang Maha Pengasih, Yang Mendengar segala doa, Yang terdekat, untuk menerima doa, Kami berdoa kepada-Mu, menyedari janji-janji- Mu, dan penerimaan-Mu. Kerana Engkau telah berfirman dan kata-kata-Mu adalah benar: "Mintalah kepada-Ku, Aku akan menerima permintaanmu" , Ya Allah, terimalah doa kami, (lagi) Ya Allah, terimalah doa kami,Ya Allah, Yang Maha Kekal, Yang Maha Agong, Yang Maha Berkuasa di atas segala yang ada di langit dan bumi, kami memohon agar Engkau selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, (lagi) Ya Allah, selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, Ya Allah, bebaskanlah al-Aqsa daripada setiap kegelapan hati orang-orang kafir, Ya Allah, rehatkanlah kami dalam membebaskan Aqsa, dan kalahkanlah dendam Yahudi, Ya Tuhan yang Maha besar lagi Maha Pengasih, Seluruh makhluk merendah diri kepada-Mu, patuh, ... Ya Allah, Penciptakami dari satu ruh, Ya Allah, Yang Maha Tinggi kedudukan-Mu, Ya Allah, Yang mempunyai kekuatan yang Maha Kuat, kami memohon kepada keagongan Islam dan umat Islam.Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, lindungilah para ulama yang berkerja keras (lagi) lindungilah para ulama yang berkerja keras, Dan teguhkanlah mereka yang ikhlas menyeru manusia pada jalan-Mu, Dan angkatlah kedudukan mereka yang menyeru kepada yang maaruf dan mencegah dari yang mungkar, Dan anugerahkanlah keampunan yang sama kepada umat Islam yang menyertai mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, Ya Allah, dia yang menyerah diri untuk menghancurkan mereka, Yang bercakap untuk memburukkan kehormatan mereka, Dan mencari tempat perlindungan mereka, Dan mereka yang tidak Engkau berikan petunjuk, Ya Allah, jadikanlah kesengsaraan destini mereka, Ya Allah, kekacauan di jalannya, Ya allah, tukarkanlah kesihatan mereka kepada kesakitan, Dan kekuatan mereka kepada penyakit, Dan kekayaan mereka kepada kemiskinan, Dan kekuasaan mereka kepada kelemahan.Amin Ya Rabbal 'alamin!
Ahlan Wasahlan
Wednesday, August 20, 2008
Doa Imam besar Mekah hingga menangis...Beliau telah ditangkap selepas selesai doa tersebut ... semuga ALLAH menetapkan Imannya.
Ya Allah, usirkanlah perhimpunan mereka, hancurkanlah integriti mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, dan tanamkanlah ketakutan ke dalam hati mereka, Ya Allah, nasib kami ditangan-Mu, dan urusan kami akan dikembalikan kepada-Mu, dan keadaan kami tidak terlindung dari pengetahuan- Mu, Kepada-Mu serahkan kesengsaraan kami, Dan jiwa kami, dan kepada-Mu kami mengadu, Kepada-Mu dan hanya kepada-Mu sahajalah kami mengadu tentang kekejaman mereka yang menindas, Dan kekejaman "Faajirin", Dan kemarahan mereka yang dikhianati oleh penjenayah. Hanya kepada-Mu, Ya Allah, kami mengadu tentang kekejaman dendam Kristian, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (dan lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan.Dendam golongan atheis telah berterusan jauh. Dan ... Pemimpin penjenayah Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Kirimkan kepada mereka tangan-tangan kebenaran ... Untuk mengangkat dengannya penghinaan kami, Dan untuk mengembalikan kepada kamu penghormatan kami, Dan untuk memusnahkan musuh kami dengannya, Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, (lagi) Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, Ya Allah, Kirimkan Kekuasaan-Mu menentang Amerika, Pusat kekufuran dan fasaad (lagi) Kirimkan kekuasaan-Mu menentang Amerika, (lagi) Pusat kekufuran dan fasaad, Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Mereka menyebarkan fasaad di bumi-Mu.Dan mereka membunuh hamba-Mu, Dan mereka menghina agama-Mu (lagi) Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Dan di atas mereka segala kekuatan, Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka, (lagi) Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka. Ya Allah, hantarkan kepada mereka ribut kaum Aad, dan tangisan kaum Thamud, Dan taufan kaum Nuh, Ya Allah, Hantarkan kepada mereka sesuatu yang diturunkan dari langit, Dan dari apa yang keluar dari bumi, Ya Allah, Engkau pecah-belahkan negara mereka, Ya Allah, Jadikanlah negara mereka berpecahbelah dan pisahkanlah mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup dan Maha Berkuasa, Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, (lagi) Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan. (Lagi) Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan.(berhenti 30 saat) Ya Allah, bebaskanlah saudara-saudara kami yang ditawan, Ya Allah, bebaskanlah mereka, Ya Allah, berilah kekuatan kepada mereka, Ya Allah, Teguhkanlah keimanan mereka, Ya Allah, jadikanlah segala kemungkinan untuk mereka, Ya Allah, urusilah orang-orang yang menyiksa mereka. (Lagi) Ya Allah uruskanlah orang-orang yang menyiksa mereka, Ya Allah hapuskanlah mereka dengan kuasa-Mu dan Kekuasaan-Mu,Ya Allah, jadikanlah perancangan mereka menentang kami sebagai sebab kepada kehancuran mereka, Dan kelicikan mereka, sebagai kelicikan terhadap mereka, Ya Allah, Tuhan sekalian alam, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Besar dan Yang Maha Pengasih, Yang Mendengar segala doa, Yang terdekat, untuk menerima doa, Kami berdoa kepada-Mu, menyedari janji-janji- Mu, dan penerimaan-Mu. Kerana Engkau telah berfirman dan kata-kata-Mu adalah benar: "Mintalah kepada-Ku, Aku akan menerima permintaanmu" , Ya Allah, terimalah doa kami, (lagi) Ya Allah, terimalah doa kami,Ya Allah, Yang Maha Kekal, Yang Maha Agong, Yang Maha Berkuasa di atas segala yang ada di langit dan bumi, kami memohon agar Engkau selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, (lagi) Ya Allah, selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, Ya Allah, bebaskanlah al-Aqsa daripada setiap kegelapan hati orang-orang kafir, Ya Allah, rehatkanlah kami dalam membebaskan Aqsa, dan kalahkanlah dendam Yahudi, Ya Tuhan yang Maha besar lagi Maha Pengasih, Seluruh makhluk merendah diri kepada-Mu, patuh, ... Ya Allah, Penciptakami dari satu ruh, Ya Allah, Yang Maha Tinggi kedudukan-Mu, Ya Allah, Yang mempunyai kekuatan yang Maha Kuat, kami memohon kepada keagongan Islam dan umat Islam.Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, lindungilah para ulama yang berkerja keras (lagi) lindungilah para ulama yang berkerja keras, Dan teguhkanlah mereka yang ikhlas menyeru manusia pada jalan-Mu, Dan angkatlah kedudukan mereka yang menyeru kepada yang maaruf dan mencegah dari yang mungkar, Dan anugerahkanlah keampunan yang sama kepada umat Islam yang menyertai mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, Ya Allah, dia yang menyerah diri untuk menghancurkan mereka, Yang bercakap untuk memburukkan kehormatan mereka, Dan mencari tempat perlindungan mereka, Dan mereka yang tidak Engkau berikan petunjuk, Ya Allah, jadikanlah kesengsaraan destini mereka, Ya Allah, kekacauan di jalannya, Ya allah, tukarkanlah kesihatan mereka kepada kesakitan, Dan kekuatan mereka kepada penyakit, Dan kekayaan mereka kepada kemiskinan, Dan kekuasaan mereka kepada kelemahan.Amin Ya Rabbal 'alamin!
Friday, August 01, 2008
Monday, June 23, 2008
bertemu & berpisah kerana Allah
أستغفرالله العظيم
renungan
Wednesday, June 18, 2008
Rintihan seorang hamba
Tuesday, May 20, 2008
Hari Guru: memadaikah 16 Mei ?
Saturday, May 17, 2008
taubat
Dunia akhir zaman terlalu lemah untukku hadapi
hingga ku rasa asing di bumiMu ini
syaitan menggodaku tanpa henti...
dunia memburuku saban hari...
nafsu yang selalu dengan tipu daya meracun diri...
Tuhan...
ke manakah dapat ku pergi?
menyelamatkan diri dari segala yang keji
walau ke penjuru dunia pun tak dapat mengatasi
kepadaMu Tuhan aku berlari
seluruh jiwa ku menyerahkan diri
menangis dan sujud menyesali diri
terimah daku kembali
Thursday, April 17, 2008
Tazkirah dari ahli sufi
Monday, March 31, 2008
Detik Terakhir...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagi an demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawa tir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukkan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa baarik wa sallim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
saudara saudari yg di kasihi kerana Allah,
"Bila diberi nikmat kita bersyukur, bila diuji hendaklah kita bersabar"
kalimah syukur dan sabar seringkali kita laungkan, seringkali juga dijadikan nasihat dan peringatan, semudah sebutan namun...ia amat payah untuk dikotakan dan dilaksanakan melainkan orang2 yang diberi kekuatan oleh Allah swt.
Biarpun berapa banyak dua kalimah ini di dalam Al-Quran namun...jika tanpa penghayatan dan amalan tidak ada ertinya dalam kehidupan.
Bukankah Al-Quran itu kalamullah? perundangan dan panduan untuk mengharungi kehidupan di dunia ini?
mengapa amat susah untuk melaksanakannya...apakah hati itu terlalu keras sehingga jauh dgn hidayah Allah?
Bukankah Al-Quran itu Allah jadikan ia mudah untuk kita mengambil iktibar dan pengajaran?
Seperti FirmanNya:
Maksudnya:
"Sesunggunya KAMI telah mudahkan Al-Quran supaya diambil peringatan di dalamnya..maka adakah di sana orang yang mahu menagmbil pelajaran?"
Sahabat2 yang dirahmati Allah,
Kita bukan sesiapa di dunia yg fana ini. Kita tidak memiliki sesiapa pun melainkan Allah satu2nya yang kita ada. Segala yg kita pernah miliki dan sedang dimiliki hanyalah pinjaman dari Allah. Dialah yg menjadikan kita dan alam ini, memberi makan dan minum, harta dan keluarga, pangkat dan kemuliaan...itupun amat susah untuk mengucapkan sykur kepadaNya. Pabila diuji..diambil segala yg pernah dimiliki...kita menjadi orang yang berputus asa dan kecewa.
Benarlah firman Allah yang bermaksud:
"Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia kemudia Kami cabut kembali pastilah dia menjadi puus asa dan tidak berterima kasih" (surah HUD)
Kerana itu kita amat memerlukan Allah...jiwa rasa kosong, hati gelisah dan serba tak kena kerana kita jauh dengan Allah. Kita mengharap kebaikan dan kebahagiaan dari Allah tapi sedarkah yang kita amat sedikit melakukan sesuatu kerana Allah.
Kembalilah kepada Allah...Dia sedang menanti kedatangan kita. Sama2 kita mendapatkanNya selagi pintu rahmat dan taubat masih terbuka.
YA ALLAH...HAMBAMU YG HINA INI DATANG MENGADAP...AMPUNILAH DAKU KALAU BUKAN DENAN RAHMATMU SUDAH TENTU AKU TERMASUK DI KALANGAN MEREKA YG RUGI DAN ZALIM...
Saturday, March 01, 2008
surat cinta dari Tuhan
apa khabar? sudahkah membaca al-quran pada hari ini? bg yang menghafaz alquran bgaimana dgn murajaah dan iadah? bagaimana pula kita mengambil pelajaran daripada alquran untuk diterapkan dalam kehidupan seharian?
sebagai manusia yang selalu lupa dan lalai dalam menunaikan tanggungjawab sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi kita amat memerlukan peringatan, nasihat dan panduan. supaya sentiasa selamat dari fitnah dunia dan segala tipudayanya.
adakala kita tewas pada ujian, jiwa merasa sedih dan tertekan, tak bersemangat meneruskan kehidupan...
Ingatlah saudara2 yg ku kasihi fillah,
Kita adalah hamba Allah...dariNya kita datang...keranaNya kita beramal...kepadaNya kita kan kembali. Setiap yg mengharap kepada Allah pasti tidak akan dikecewakan. JanjiNya pasti bukan seperti manusia yg kerap memungkiri, kasih Allah tiada bertepi...
oleh itu...rujuklah AL QURAN!
bacalah dgn suara yang paling merdu, tajwid dan makhraj yg sempurna, hayati segala tuturanNya renungi dan fahami ayat2Nya...surat cinta dari Tuhan!
tak kan jemu walau 1000 kali diulang! hati kan tenang tak ada lagi kebimbangan...
semua adalah dengan rahmat Yang Maha Esa.
Sunday, February 24, 2008
Wahai Tuhan ku yang Esa
Bila kenangkan QaharMu
Rasa gerun di hatiku
Kerana takutkan seksaMu
HambaMu rasa putus asa
Siapakah dapat bersihkan diri
Dari segala dosa yang memburu
Setiap hari setiap ketika
Tika mengenang GhafarMu
Putus asa tiada lagi
Semangatku pulih kembali
Harapanku subur kembali
Ujian menimpa menekan di jiwa
Tak sanggup meneruskan perjuanganku
MehnahMu itu penghapus dosaku
Mengganti hukumanMu di akhirat
Di waktu mengenang rahmatMu
Terasa diri kurang bersyukur
PadaMu harusku memohon
Moga syukurku bertambah
Alangkah susahnya
Mendidik nafsuku
Yang tidak dapat melihat kebenaranMu
Ya Allah Bantulah hambaMu
Thursday, January 31, 2008
Friday, December 21, 2007
Maaf 0-0 : Adat @ Ikhlas?
Istilah 0-0 yang sudah menjadi lambang permohonan maaf itu zahirnya membawa maksud setiap kesalahan atau apa yang terbuku di hati dimaafkan begitu sahaja tanpa perlu dipertikaikan lagi.
Permohonan maaf 0-0 yang digunakan merujuk kepada maksud saling memaafkan adalah kurang sesuai kerana penghayatan yang tidak ketara berbanding jika pesalah memohon maaf dengan menyatakan kesalahannya dengan harapan dimaafkan oleh orang yang dipohon.
Sebaliknya jika tidak ada apa2 kesalahan di antara kedua-dua mereka dan istilah 0-0 itu sekadar merujuk kepada yang umum ia tidaklah salah kerana ia hanyalah penggunaan bahasa sahaja tetapi maksudnya difahami.
Namun, jika seseorang itu mengambil peluang menggunakan istilah 0-0 untuk memohon pengampunan ke atas kesalahan besar yang dilakukan, ia tidak menentukan kesalahan tersebut dimaafkan kerana mangsa tidak mengetahui mengenai kesalahan besar itu.
Bahkan ucapan yang biasa digunakan oleh para sahabat Rasulullah ketika hari raya ialah تقبل الله منا ومنك
Yang bermaksud “semoga Allah menerima amal kami dan amal kamu”
Disebut dalam sebuah hadis yang bermaksud “Adalah sahabat2 Rasulullah apabila bertemu pada hari raya sebahagian daripada mereka mengucapkan TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM” (Fiqhus Sunnah)
Menunggu sehingga tibanya hari raya untuk memohon maaf terhadap kesalahan besar yang dilakukan terhadap orang lain adalah amalan yang salah. Cara masyarakat kita memohon maaf hanyalah sebagai memenuhi tuntutan adat yang biasa diamalkan walaupun tidak ada kesalahan yang dilakukan antara satu sama lain.
Sesiapa sahaja yang melakukan kesalahan terhadap orang lain perlu memohon maaf seberapa segera dan menyatakan jenis kesalahannya kerana itu menentukan sama ada ia boleh dimaafkan atau tidak.
Mereka juga mestilah memohon keampunan kepada Allah kerana menyakitkan hati oranglain atau melakukan kesalahan yang dilarang agama. Pesalah juga tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama setelah memohon maaf kerana itu menunjukkan bahawa pesalah belum benar2 menyesal atas perbuatannya.
Maaf mungkin diterima tetapi itu tidak bermakna hutang tidak perlu dibayar kerana kemaafan tidak bermakna segala-galanya dilupakan begitu sahaja.
Bagaimanapun hari ini permohonan disertai keikhlasan tanpa menyebut kesalahan perlu diterima dan dimaafkan tanpa bertanya lebih lanjut. Ia merupakan seolah-olah satu adapt dan tidak menampakkan kesungguhan seperti memohon maaf kepada orangtua.
Cara memohon maaf sebenarnya menurut islam adalah kedua-dua pihak bersemuka, menatap wajah masing2, memandang mata dan fikir semula kesalahan yang dilakukan dan akhirnya memaafkannya.
Cara memohon maaf dengan ibubapa seharusnya digunakan ketika memohon maaf dengan teman dan jiran2 kerana kaedah itu paling baik dan penuh dengan keikhlasan.
Wallahu a’lam.
Thursday, December 20, 2007
Sejarah Haji
Ibadat haji merupakan rukun Islam kelima. Dari segi sejarah, ibadah haji ialah syariat yang dibawa oleh junjungan Nabi kita Muhammad S.A.W. sebagai membaharui dan menyambung ajaran Nabi Allah Ibrahim A.S. Ibadat haji mula diwajibkan ke atas umat Islam pada tahun ke-6 Hijrah, mengikut haul yang mashur iaitu dengan turunnya ayat 97 surah Al-Imran yang bermaksud :
" Dan Allah Taala mewajibkan manusia mengerjakan ibadat haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu dan berkuasa sampai kepada-Nya dan sesiapa yang kufur dan ingkar kewajipan haji itu, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan tidak berhajatkan sesuatu pun daripada sekelian makhluk".
Pada tahun tersebut Rasulullah S.A.W. bersama-sama lebih kurang 1500 orang telah berangkat ke Makkah untuk menunaikan fardhu haji tetapi gagal mengerjakannya kerana telah dihalang oleh kaum Quraisy sehinggalah mewujudkan satu perjanjian yang dinamakan perjanjian Hudaibiah.
Perjanjian itu membuka jalan bagi perkembangan Islam di mana pada tahun berikutnya ( Tahun ke-7 Hijrah ), Rasulullah telah mengerjakan Umrah bersama-sama 2000 orang umat Islam.
Pada tahun ke-9 Hijrah barulah ibadat Haji dapat dikerjakan di mana Rasulullah S.A.W. mengarahkan Saidina Abu Bakar Al-Siddiq mengetuai 300 orang umat Islam mengerjakan haji.
Rasulullah S.A.W Menunaikan Haji
Nabi kita Muhammad S.A.W telah menunaikan fardhu haji sekali sahaja semasa hayatnya. Haji itu dinamakan "Hijjatul Wada'/ Hijjatul Balagh/ Hijjatul Islam atau Hijjatuttamam Wal Kamal kerana selepas haji itu tidak berapa lama kemudian baginda pun wafat.
Rasulullah telah berangkat ke Madinatul Munawwarah pada hari Sabtu, 25 Zulkaedah tahun 10 Hijrah bersama isteri dan sahabat-sahabatnya seramai lebih 90,000 orang Islam. Rasulullah telah menyempurnakan amalan-amalan sunat Ihram, memakai ihram dan berniat ihram di Zulhulaifah, sekarang dikenali dengan nama Bir Ali, 10 km daripada Madinah dan Rasulullah sampai di Makkah pada 04 Zulhijjah setelah mengambil masa 9 hari dalam perjalanan. Rasulullah berangkat ke Mina pada 08 Zulhijjah dan bermalam di situ. Kemudian Rasulullah ke Arafah untuk berwukuf pada 09 Zulhijjah yang jatuhnya pada hari Jumaat dan merayakan hari raya Aidil Adha.
Rasulullah S.A.W telah menyempurnakan semua rukun dan wajib haji hingga 13 Zulhijjah. Dan pada 14 Zulhijjah, Rasulullah S.A.W telah berangkat meninggalkan Makkah Al-Mukarramah menuju balik ke Madinah Al-Munawwarah.
PERISTIWA SEMASA HIJJATUL WADA
Di masa wukuf terdapat beberapa peristiwa penting yang boleh dijadikan pegangan dan panduan umat Islam telah berlaku, di antara ialah seperti berikut :
1. Rasulullah S.A.W minum susu di atas unta supaya dilihat oleh orang ramai bahawa hari itu tiada puasa atau tidak sunat berpuasa pada hari wukuf.
2. Seorang Sahabat jatuh dari binatang tunganggannya lalu mati, Rasulullah S.A.W. menyuruh supaya mayat itu dikafankan dengan 2 kain ihram dan tidak membenarkan kepalanya ditutup atau diwangikan jasad dan kafannya. Sabda Baginda pada ketika itu bahawa " Sahabat itu akan dibangkitkan pada hari kiamat di dalam keadaan berihram dan bertalbiah".
3. Rasulullah S.A.W. menjawab soalan seorang ahli Najdi yang bertanyakan " Apakah itu Haji ?". Sabdanya yang bermaksud " Haji itu berhenti di Arafah". Siapa tiba di Arafah sebelum naik fajar 10 Zulhijjah maka ia telah melaksanakan haji.
4. Turunnya ayat suci Al-Quranul Karim surah Al-Maidah yang bermaksud :
" Pada hari ini aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan aku telah cukupkan nikmatku ke atas kamu dan aku telah redha Islam itu menjadi agama untuk kami"
Daripada sejarah dan peristiwa ringkas itu cubalah kita teliti betapa Rasulullah S.A.W telah menyempurnakan haji dengan pengorbanan Baginda bersama sahabat-sahabat yang berjalan dari Madinah Al-Munawwarah ke Makkah Al-Mukarramah selama 9 hari berbanding pada hari ini yang mana jemaah haji dari Malaysia boleh sampai ke Tanah Suci kurang daripada 9 jam dengan menaiki kapal terbang. Ini perkara yang perlu kita direnungkan apabila kita menghadapi sebarang kesusahan di tanah Suci.
TAKBIR RAYA...SEJAUH MANA PENGHAYATAN?
الله أكبر...الله أكبر...الله أكبر
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا
لاإله إلاالله ولا نعبد إلاإياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لاإله إلاالله وحده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده
لاإله إلاالله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
Setiap tahun umat Islam menyambut dua hari raya iaitu ‘Aidil Fitri dan ‘Aidil Adha pada bulan Syawal dan Zulhijjah. Ini bermakna setiap kali pada dua hari raya ini kita akan melaungkan takbir ini sebanyak yang mungkin mengagungkan kebesaran Allah yang tiada tolok bandingan.
Mengikut sirah, takbir raya ini dilaungkan buat pertama kalinya tika mana umat islam meraih kemenangan dalam perang Ahzab atau lebih dikenali dengan perang Khandak. Bayangkan umat Islam berhadapan dengan tentera bersekutu yang bergabung dengan musyrikin makkah, yahudi dan munafik, dikepung pula dari setiap sudut
Tatkala nabi menyelak baju, terlihatlah dua ketul batu yang terikat menunjukkan nabi lebih lapar lagi dari mereka namun baginda tetap tabah dan sabar serta yakin dengan pertolongan Allah.
Lihatlah saudara2ku sekalian, demi menegakkan agama Allah nabi kita sanggup berkorban apa saja sekalipun dengan jiwa. Sebak rasanya bila siaran radio IKIM yang menceritakan kisah ini ke udara ketika dalam perjalanan ke masjid untuk solat sunat aidiladha pagi tadi.
Allah tidak pernah memungkiri janjiNya. Tatkala tentera muslimin meraih kemenangan maka bertakbirlah seperti mana yang kita takbir pada hari ini dan Nabi kita sendiri yang mengetuai takbir ini dengan penuh khusyu’ sebagai tanda kesyukuran tidak terhingga.
Bagaimana pula dengan kita? Adakah hati merasakan kebesaran Allah bilamana melaungkan takbir raya ini? Sama2lah kita muhasabah diri moga bertambah keimanan dan ketaqwaan setiap kali menjelang hari raya. Semoga kita juga sanggup berkorban jiwa dan segalanya untuk agama Allah ini sepertimana yang ditunjukkan oleh nabi kita s.a.w dan para sahabat. ALLAHU AKBAR!
Wednesday, December 19, 2007
Saturday, December 15, 2007
FIKRAH ISLAM
Fikrah Islam atau fikrah kita ialah ajaran Allah,yang lengkap yang sempurna, syumul dan merangkumi seluruh kehidupan mukmin. Inilah Islam, Addeen yang ditanzilkan atau diturunkan oleh Allah dan dibawa oleh Rasulullah S.A.W dan dilaksanakan di zaman awal. Allah Taa'la telah menjelaskan dan menegaskan tentang kesempurnaan Islam di dalam FirmanNya :
Oleh kerana Dienul Islam telah sempurna maka kita tidak boleh menambah atau mengurangkannya, begitu juga kita tidak boleh mengambil sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain.
Hendaklah kita sedar bahawa kita adalah pengikut dan penganut Dienul Islam dan mengakui sebagai hamba Allah, dan kita bukannya pencipta Deen . Oleh yang demikian kitalah yang perlu menyesuaikan diri dengan Islam dan bukannya Islam itu harus bersesuaian dengan selera kita, kehendak kita dan kemahuan masyarakat seperti firman Allah:
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini ,nescaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Mereka tidak lain hanya mengikuti prasangka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah." (Al-an'am-116)
Nilai kita ialah nilai Islam, iaitu nilai yang telah ditetapkan Allah dan dilaksanakan oleh Rasulullah S.A.W oleh yang demikian kita sedikitpun tidak boleh tidak redha pada syariat Islam.
Tasawwur Islami hendaklah difahami dengan betul. Kita hendaklah bersifat jiddiah (serius) di dalam memahami Islam dan tidak mencampur adukan dengan isme-isme lain.
Untuk itu kita hendaklah mengenal Islam dan mengenali jahiliyyah, mengenal Islam untuk dihayati dan mengenali jahiliyyah untuk dijauhi. Kita hendaklah mengenal setiap rupa, bentuk dan tektik jahiliyyah untuk dijauhi. Dengan itu barulah kita dapat membezakan yang mana Islam dan yang mana bukan Islam. Sabda Rasulullah S.A.W:
"Barangsiapa mengenal / mempelajari bahasa sesebuah kaum maka mereka terselamat dari tipu daya mereka".
Kita juga mesti mengenal realiti agar kita tidak salah faham, seperti mengatakan loteri kebajikan itu halal. Di dalam memahami Islam dan realitinya kita sememangnya kurang ilmu, oleh itu kita perlu berjama'ah. Kita sememangnya tidak mempunyai ilmu yang serupa. Tetapi dengan harakah kita mampu mengatasinya.
Satu lagi sikap yang mesti ada ialah kita jangan mudah menerima sesuatu yang bukan Islam, jangan mudah terpengaruh dengan istilah dan teknik atau slogan yang menarik seperti. Demi pembangunan, demi kemajuan dan Malam 'Amal. Dalam hal ini kita hendaklah mengenengahkan fikrah Islam dengan jelas dan pendirian Islam yang tegas kepada masyarakat.
Kita juga mesti mempunyai al-wa yu al-Islamiyy (kesedaran Islam). Ianya bukan sama dengan ilmu Islam. Dalam usaha memperolehi 'kesedaran Islam' perlu kepada kesabaran, tekun dan gigih dalam usaha. Seorang yang mempunyai 'kesedaran Islam' akan mudah terasa dan sensitif terhadap apa jua yang bercanggah dengan Islam.
Untuk itu kita perlu kepada didikan atau 'tarbiyyah'. 'Tarbiyyah' yang boleh melahirkan syakhsiyyah atau keperibadian muslim sejati.
Seorang mujahid Islam, Al-Ustaz Fathi Yakan menyatakan p embentukan sahsiyyah itu hanyalah dapat dibentuk di dalam suasana yang tertentu, yang jauh dari tarikan jahiliyyah. Umpamanya dengan mengadakan halaqah, usrah, ijtima' dan sebagainya.
Seorang muslim hendaklah tidak menghilangkan satu fikrah Islam pun dari pemikirannya. Siapa yang
Keaslian Islam hanyalah boleh dilihat dari sumber asalnya iaitu Al-Quran dan Al-Hadith dan juga dari ulama' dan mujahid Islam yang mu'tabar. Seterusnya Allah berfirman :
Allah telah memberi kata putus dan memberi pilihan samada beriman atau tidak, sebagaimana firmannya :
Ertinya :
"Dan katakanlah (wahai Muhammad): "Kebenaran itu ialah yang datang dari Tuhan kamu, maka sesiapa yang mahu beriman, hendaklah ia beriman; dan sesiapa yang mahu kufur ingkar, biarlah dia mengingkarinya". Kerana Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang berlaku zalim itu api neraka, yang meliputi mereka laksana khemah;
(Al-Kahfi : 29)
Kita hendaklah memikir terus dan jauh sehingga hari qiamat. Oleh kerana kita tidak tahu di manakah tempat kita samada syurga atau neraka. Ketidaktahuan ini jua hendaklah kita punya sifat takut dan harap.Takut ialah bagi yang mengenalinya dan harap bagi yang melaksanakannya.
Iltizam kita pada Islam hendaklah pada setiap masa dan tidak pada majlis rasmi sahaja. Untuk ini juga kita perlu 'kesedaran Islam yang jelas' dan bukannya ilmu semata-mata. Ilmu sahaja tanpa kesedaran tidak dapat membawa kepada Islam ... individu.Dalam konteks masyarakat ialah yang menghayati Islam sepenuhnya.
Ilmu-ilmu Islam hendaklah diproses dan diolah melalui acuan iman/tarbiyyah iman sehingga lahir kesedaran dan ingin melaksanakan Islam, dengan patuh. Kesedaran fikiran sahaja tidak mencukupi tetapi tetapi haruslah iltizam dengan Islam. Ertinya di mana sahaja kita berada, kita membawa Islam. Ini juga bererti peribadi kita menterjemahkan Islam .... Islam menjadi darah daging.
Namun begitu kita tidak dapat nafikan dalam proses tersebut masih terdapat lagi saki baki jahiliyyah. Pernah Abu Zar memanggil Bilal dengan panggilan 'Ibnu Assauda'. Bilal memberitahu Rasulullah S.A.W dan Nabi kemudiannya berkata kepada Abu Dzar bahawa ia masih ada saki baki jahiliyyah. Disuruh balas dengan memijak pipinya.
Hendaklah Islam itu menjadi pendorong kita dalam melakukan gerak kerja samada membuat yang baik dan meninggalkan yang dilarang, jangan sekali didorong oleh kepentingan politik, kumpulan, parti, pangkat, bintang dan sebagainya.
"Proses tarbiyyah imaniyyah adalah begitu dan amat penting bagi membentuk insan mu'min"
KU TINGGALKAN KERANA ALLAH
Kali ini galerisufi membawa anda satu kisah yang dipetik daripada student dari Jordan sebagai renungan buat kita. Mudah2n dapat kita ambil pengajaran dalam usaha menegakkan kalimah Allah di muka bumi ini.
.......................................................................................................................................
Wahai teman-teman sekalian,
Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa
dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh
apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada
saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya
khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa
saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya
sendiri untuk hari-hari kemudian.
Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan
disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh
hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk
dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping
hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh
mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting
wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak
dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk
itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa
syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah
orangnya.
Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian
tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari.
Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali
wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah
belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan
saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita
kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki
berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk
memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir
beberapa kali.
Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk
mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar.
Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah
perkenalan kami bermula.
Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa
mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya.
Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia
amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun
dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman
dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya
amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara
ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia
sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan
maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali
dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjangkan-
panjangkan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa
punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi
dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya,
itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan
orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata
walau sepatah.
Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang
perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua
itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu
siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya
bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping
saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan
respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih
dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang
boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok
semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah
lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan
rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak
pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu
daripadanya.
Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan
menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut.
Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan
lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke
Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah
yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-
mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan
kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.
Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke
ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa
suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi
akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.
Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu
perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya
sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan
saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat
saya tak mampu membalas walau sepatah.
"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing
right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is
permitted. But I know there's no relationship between male and
female except for what is very important and official between them.
So, may I know what kind of relationship you are having now and I
want to hear it from your mouth that it is legal in what you have
been learning until now."
"Not a single phrase, nor a word."
"My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you
can never build it on what Allah has stated as wrong and proven
false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and
blessed family come from Allah, and you don't even have anything to
defend it as blessed if the first step you make is by stepping into
what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah
doesn't help you so, and you must know in every family that stands
until their dying day, they have Allah on their side. You can't
expect Him to help you if you did the wrong step from the very
beginning."
Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu
kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan
kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang
dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.
Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam
lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali
selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya
pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada
satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama
dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu
untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan
saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.
Ummi berkata:
"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah
tells you so."
Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan
itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat
faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti
mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta
maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan
saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada
jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan
yang jauh lebih baik dari sekarang.
Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan
hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap
kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh
perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami
muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala
kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali
cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah
yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami
insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah
sudi maafkan kami.
Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu
melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu
yang tidak pernah lesu. Ampunkanlah aku.
Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah
berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup
saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri
telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana
mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir
dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan
umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan
kembali ke
saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan
berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.
"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia
sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita
tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang
seumpamanya."
Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara
lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s
dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?
_________________
keredhaan -MU ku pohonkan dlm meniti perjalanan hidupku..insyallah..

